Wednesday, March 2, 2011

Wartawan Pelempar Sepatu

Pagi2 habis sarapan, aku baca berita kalau wartawan Irak yang melempar sepatu ke Presiden AS George Bush mulai diadili, hari ini.

Insiden pelemparan sepatu terhadap tokoh negara pada saat kunjungan kenegaraannya ke Irak itu, ditanggapi beragam. Di banyak negara arab, si pelempar ini dielu-elu sebagai pahlawan. Di kalangan wartawan, ada juga yang menganggap dia "hero" tapi ada juga yang mencela. Bahkan di FB ini banyak juga yang nge-fans ke siapalah namanya dia.

Aku sendiri ingin mencela dia. Karena sebagai orang yang pernah dididik dan menjadi wartawan, cukup lama, aku menilai perbuatan dia tidak "senonoh". Sejak dulu, aku selalu tidak sependapat dengan kolega yang tidak bisa membedakan dirinya sebagai aktivis/partisan atau sebagai wartawan. Sebagai wartawan, kerjaan dan tugas kita jelas. Akan halnya dalam kasus kunjungan Presiden AS ke Irak, aku kira gak ada fungsi sepatu dalam kerjaan wartawan, kecuali sebagai alas kaki.

Sebagai wartawan, kalau kita ingin menghantam atau membunuh Bush, maka bunuhlah dia dengan tulisan yang berbobot, tulisan yang menguliti dan melumpuhkan setiap argumentasi politik dan decision yang dia buat. Bunuhlah dia dengan artikel, berita yang akurat, yang dibaca oleh khalayak dan melahirkan persepsi baru di otak setiap pembacanya. Sehingga habis membaca tulisan itu, khalayak bisa bilang,"Hei.. wartawan, Anda benar, mari kita ramai-ramai gebuk Bush dengan sepatu dan sejak hari ini, tak ada tempat buat dia lagi di muka bumi ini."

Andai itu terjadi, maka Anda telah sukses membunuh Bush, tanpa harus mengorbankan sepatu Anda.

No comments:

Post a Comment