Thursday, March 3, 2011

Goodbye sekolah gratis (utk Asing) di Swedia

Akhirnya, jadi juga nulis soal ini. Saking lama ketunda, justru bahasan topiknya yang berubah. Tadinya mau meng-encourage temen-temen dari Indonesia buat memanfaatkan fasilitas sekolah gratis di Swedia.

Sayang, sejak Juni kemarin, ada kebijakan baru yang dibuat oleh pemerintah Swedia. Tuition fee akan diberlakukan bagi student dari negara Non EU yang mau bersekolah di Swedia. Tadinya, Swedia boleh dibilang satu-satunya negara di Eropa yang menyediakan sekolah gratis bagi semua orang. Kebijakan baru ini akan berlaku mulai semester baru musim gugur 2010. Jadi masih ada tahun terakhir bagi teman-teman yang ingin menikmati sekolah gratis ini.

Ada banyak alasan mengapa kebijakan ini akhirnya diambil. Salah satunya, karena ada sense of unfairness, karena hampir semua negara di dunia memberlakukan tuition fee. Kalau negara-negara kaya seperti Amerika, Kanada, Jepang, Australia pun mewajibkan warga negaranya membayar fee universitas, mengapa Swedia harus menggratiskan fasilitas ini kepada mereka. Memang dilihat dari statistik, selain student dari Cina, India, Pakistan, mahasiswa dari negara-negara kaya di ataslah yang banyak menikmati kedermawanan Swedia.

Alasan lain menyangkut ruwetnya administrasi menyangkut mahasiswa asal negara non EU. Ambil saja contoh dari 20.000 calon mahasiswa asing yang mendaftar di berbagai universitas di Swedia, musim gugur 2008, setengahnya adalah mahasiswa dari Pakistan. Bisa dibayangkan bagaimana kewalahannya pihak universitas untuk mengecek akreditasi dan keabsahan dokumen, dll, bagi mereka.

Tapi untuk meneruskan kewajiban sosialnya, Swedia direncanakan tidak menutup pintu. Departemen pendidikan dan terkait di Swedia didorong untuk membuka luas kesempatan beasiswa kepada student dari negara-negara berkembang. Bisa melalui SIDA, lembaga non profit yang banyak bekerja sama dengan negara asing, atau langsung melalui universitas yang diminati.

Info lain mengenai studi di Swedia, bisa dicek di sini: http://www.studyinsweden.se/

Oya, sebenarnya, kalau sekolah di Swedia masih gratis, jika dibanding dengan kuliah di universitas mahal di Jakarta, plus biaya hidup (kost), dll, di sini justru lebih murah. Karena sekolahnya gratis, yang perlu kita pikirin ya biaya hidup saja. Student dari Asia biasanya kan toleran, gak masalah kalau harus tinggal di apartemen kecil, dan share dengan beberapa teman. Untuk ini, apartemen seharga 4-5 juta per bulan, bisa dibagi. Lalu kalau masak sendiri, hidup hemat, bisa lebih murah lagi. Hasilnya, pengalaman banyak, merasakan bagaimana hidup di luar negeri, pulang dengan gelar yang dianggap prestisius--meskipun sekolahnya belum tentu lebih bagus dari di Indo. Tapi, lulusan luar negeri, lo.. begitu persepsinya.

No comments:

Post a Comment