Wednesday, March 2, 2011

Marilah Bersentuhan!

Ini adalah terjemahan bebas dari sebuah artikel di sebuah majalah gratis di bidang perawatan kesehatan, terbitan dinas kesehatan di Stockholm.

”Bersentuhan mengurangi stress, menurunkan tekanan darah, membuat luka cepat sembuh dan menguatkan daya tahan tubuh”

”Rasanya nyaman ketika kita membelai anjing, dipeluk seseorang yang kita sayangi atau ketika pundak kita dipijit, tentu semua sepakat mengenai hal ini. Tapi untuk mendapatkan dan memberi sentuhan tidak hanya enak, ini juga sebuah proses di mana otak mengirimkan signal untuk memproduksi hormon yang berguna bagi kesehatan”.

Kita sering secara intuisi menyentuh untuk menciptakan kenyamanan dan ketenangan. Kita memijit pundak, memeluk, dan memeluk tangan. Ketika si kecil sakit perut, kita mengusapkan tangan ke perutnya, dan ketika mereka terjatuh, kita meniupkan lukanya. Tanpa disadari, sentuhan (menyentuh) ternyata mampu mengirimkan signal kasih sayang ke otak. Di bawah kulit terdapat sel-sel syaraf yang mengenali sentuhan, belaian dan kontak positif lainnya dan menyampaikan pesan itu kepada bagian dari otak yang dinamakan Hypothalamus, yang pada gilirannya memproduksi hormon Oxytocin yang bersirkulasi bersama darah.

Oxytocin tidak hanya membuat kita merasa santai dan membuat kurang stress, hormon ini juga mempengaruhi beberapa fungsi tubuh: tekanan darah turun, luka membaik dan menguatkan daya tahan tubuh.

Ketika Oxytocin, pada awal 1950-an, dikenali, para peneliti mengira bahwa hormon itu hanya ada di tubuh para perempuan yang baru melahirkan. Diketahui bahwa hormon ini membantu memulihkan peranakan dan memproduksi air susu. Tapi sejak beberapa tahun terakhir, para peneliti menyimpulkan bahwa Oxytocin ada di tubuh manusia dan ini merupakan hormon terpenting.

Kerstin Uvnäs Moberg adalah profesor Fisiologi dan satu dari yang pertama di dunia yang menemukan dan menyimpulkan bahwa Oxytocin berperan besar untuk seseorang bisa merasa sehat. Ia berpendapat bahwa sekarang ini, manusia lebih jarang bersentuhan. ”Di masa lalu, manusia hidup berdempetan dan tubuh berinteraksi dengan rapat (tentu saja ini mengacu pada sejarah penduduk di Eropa, yang terkait dengan iklim, kultur, dll). Selain itu, penduduk jaman dulu juga berhubungan dengan hewan ternak dalam bentuk lain. Dulu, mereka perlu memeras (dengan tangan) susu sapi, dan membersihkan kuda.”

Hewan peliharaan, di masa kini, seperti anjing dan kucing, bisa berarti banyak dalam kaitannya dengan bagaimana keadaan kita. Ketika kita membelai perut kucing kesayangan atau menggaruk-garuk belakang telinga anjing kesayangan, ternyata menyebabkan syaraf dengan cepat mengirim signal ke otak untuk memproduksi Oxytocin. Karenanya, sekarang banyak panti-panti jompo yang mendorong adanya hewan peliharaan sebagai teman. Banyak yang merasa lebih energik dengan adanya teman ini. Beberapa penelitian juga menunjukkan orang yang pikun menjadi lebih tenang dengan kehadiran seekor anjing di sampingnya, untuk diperhatikan dan dielus.

Oxytocin juga mempengaruhi kemampuan sosial kita dan membuka percaya diri seseorang. Ini merupakan dimensi yang menarik bagi para psikiatris. Beberapa percobaan sudah dilakukan untuk memproduksi sintetis Oxytocin dalam bentuk semprotan hidung, yang diperuntukkan bagi mereka yang memiliki masalah sosial: paranoid atau gelisah. Setelah diberikan satu dosis semprotan ini, si pasien merasa lebih tenang dan aman.

Kerstin Uvnäs juga percaya bahwa Oxytocin bisa beredar antara individu melalui indra penciuman, yang tidak kita sadari.

”Beberapa individu dan binatang memiliki bakat khusus untuk menciptakan kenyamanan bagi sekelilingnya. Ini boleh jadi terkait dengan peran Oxytocin mereka. Saya yakin bahwa Oxytocin menghasilkan zat bau yang disebut feromoner, yang pada gilirannya menyebabkan manusia untuk juga mulai memproduksi oxytocin,” paparnya. Maka terciptalah ketenangan.

Hal lain yang juga berperan dalam hal ini adalah melakukan sesuatu yang kita sukai—misalnya berendam di air hangat, bermain dengan anak atau bercinta. Creambath di salon, pedicure-medicure, juga bisa sejenak menghasilkan oxytocin. Kursi pijat, bantal hangat, boneka lembut, selimut tebal, juga mampu memicu hal yang sama.

Tapi yang paling efektif adalah jika kita bersentuhan dengan seseorang yang kita merasa nyaman dan aman. Ini merupakan obat terbaik. Menyusui adalah contoh yang tepat dalam hal ini, tambah Kerstin Uvnäs.

Oxytocin adalah sesuatu yang ekstrem segar. Ia tidak dapat disimpan dan hanya bertahan beberapa menit di dalam darah. Karena itu kita harus terus-menerus menghasilkannya dan membantu mereka yang tidak bisa menghasilkannya sendiri. Karena itu ada seribu satu alasan untuk kita saling bersentuhan, membelai atau mengelus, menyisir rambut, memijat pundak, duduk di bublepool, berapat-rapat duduk di sofa atau berdansa. Kerstin mengingatkan bahwa Oxytocin ini masih merupakan suatu pertanyaan yang perlu dipelajari. ”Boleh jadi cukup dengan menikmati perasaan aman dan kedekatan, misalnya dekat dengan alam atau menikmati musik.”


No comments:

Post a Comment