Thursday, March 3, 2011

Lördagsgodis

Lördagsgodis, Saturday candy atau Permen hari Sabtu, he..he.. boleh dibilang tradisi di Swedia. Lördagsgodis merupakan komitmen yang menyebar di antara banyak keluarga bahwa anak-anak hanya boleh menikmati manis-manisan seperti permen, coklat, ect. hanya saat weekend. Hari lain, kebanyakan anak dengan keluarga menganut tradisi "lördagsgodis" sudah harus maklum dan pasrah bahwa tak akan ada permen untuk dinikmati. Kecuali ada event yang istimewa, seperti ulang tahun dan semacamnya. Itu pun biasanya permen yang dioleh-olehi hanya boleh dinikmati di akhir pekan saja.

Buat anak-anak kami, kebiasaan ini tidak menjadi masalah. Bukan apa-apa. Karena ibu mereka tidak suka permen, maka anak-anak pun tidak biasa menikmati godis. Bahkan banyak permen yang dibeli di beberapa kesempatan akhirnya masuk ke tong sampah karena kadaluarsa.

Di banyak sekolah di Swedia, sudah umum ada larangan membawa permen ke sekolah. Kini, kebijakan ini menjadi perdebatan politik nasional. Karena banyak pihak yang ingin kebijakan ini menjadi kebijakan umum yang menyeluruh. Dalam hal makanan untuk anak di sekolah, Swedia memang termasuk ketat. Bahkan untuk anak-anak di beberapa Kommun (pemda), termasuk di daerah kami, sudah tidak lagi diijinkan disajikannya roti-roti dengan aneka jam atau marmelad dan sejenisnya yang mengandung banyak gula. Kini, banyak sekolah atau daycare, hanya menyediakan roti, roti keras, dengan mentega dan keju saja, atau buah-buahan sebagai makanan selingan. Tidak ada pusat jajan di sekolah-sekolah. Yang ada hanya semacam kios kecil yang menjual "hanya" sejenis roti bagi anak-anak yang membutuhkan. Kalau toh ada anak-anak memiliki kebiasaan jajan, itu pasti dilakukan di luar arena sekolah, ketika mereka pulang atau pergi sekolah.

Perhatian terhadap hal kecil seperti permen ini tentu saja bukan main-main. Banyak negara menjadi contoh betapa dampak kebiasaan atau tradisi makan menjadi hal serius ketika sudah di luar kontrol. Mungkin Inggris menjadi salah satu negara yang kini kelabakan menangani meningkatnya overweight, diabetes, dll di kalangan generasi mudanya.

Saya juga teringat akan kebiasaan di Indonesia, ketika anak-anak dengan bebas jajan semaunya. Mereka hampir bisa membeli apa saja yang mereka mau-asal punya sangu, tentu saja.

No comments:

Post a Comment