Wednesday, March 28, 2012

Berani membuka peluang

Kemarin, 27 maret, mengalami perbincangan menarik per tlp dgn direktur Kantor Sosial di pemda kami (aku titip pesen di voicemail box-nya Bpk itu, utk minta ditelpon kembali). Salah satu yg enak di sini, meskipun bos di departemennya, mereka hrs menghargai org spt aku, anonim-nobody yg minta ditelpon utk kepentingan tertentu.

Singkat kata, aku jelaskan bhw aku tadi mampir ke kantornya utk mengantar CV dan melamar menjadi karyawan magang di devisi baru yg tengah mereka bangun, khusus menangani: imigran dan pencari suaka. Sejak lama, aku ingin sekali mempraktekkan ilmu dan gelar sosiolog yg sdh nganggur 19 thn itu:)

Bapak itu yg juga imigran, ramah dan akomodatif sekali--seperti referensi yg aku dgr dari karyawan di kantor itu. Untuk beberapa bln ke depan, selama musim panas, ia tdk bisa menjanjikan tempat utk magang, karena mereka dlm tahap membangun devisi, termasuk kantor. Tapi ia berjanji, setelah musim panas, kalau aku masih tertarik, ia akan menyediakan tempat untuk itu. "Meskipun magang, saya kan ingin kamu merasa bagian dari karyawan dan diperlakukan layak (punya kantor dan fasilitas), "katanya. Tawaran itu, tentu saja aku sambut gembira, meski kemungkinan harus menunggu sampai September nanti.

Paling tidak, satu misi utk menjejakkan kaki dan membuka kontak di sana, bukan mustahil. Di sini, seperti juga di negeri kita, orang harus rajin membuka kontak utk mencari pekerjaan yg diidamkan.

Lucunya, dan ini pelajaran berharga yg belakangan mulai aku sadari; jangan pernah merasa takut utk mulai (membuka kontak, menelepon, bertanya ttg kemungkinan dan prospek), karena pada akhirnya: yang terburuk dari kemungkinan itu adalah gagal atau jawabannya tdk seperti yg kita harapkan. Tapi paling tdk, dgn keberanian itu, kita tahu, jawaban apa yg ada di depan.

Tadinya, aku selalu ragu utk bertanya atau menelpon org2 yg duduk di posisi kunci itu. Bosku yg sekarang dan suamiku, sering mendorong dan menantang. Telpon aja.. dan tanya.. Paling2 jawaban yang terburuk adl mereka tdk bisa membantu. Tapi bagi kamu, itu adl kejelasan, dari pada menyimpan pertanyaan: mungkin gak ya...?